Senin, 13 Januari 2020

Cara Mengobati Pneumotoraks Secara Medis


Pneumotoraks merupakan kondisi dimana ada udara yang mengalir diantara paru – paru dan dinding dada. Penyakit ini dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pneumotohraks idiopatik dan pneumothoraks sekunder. pneumotohraks idiopatik adalah jenis yang terjadi secra tiba – tiba pada orang yang sehat tanpa memiliki riwayat pernah mengalami penyakit tersebut. Sedangkan pneumothoraks sekunder, adalah jenis yang berasal dari suatu komplikasi atau gangguan yang terjadi di paru – paru. Kematian merupakan akibat terburuk dari penyakit ini apabila tidak diatasi dan diobati dengan baik.

            Penyakit ini bisa saja dialami oleh seseorang yang berusia 20-30an tahun. Palagi bagi mereka yang memiliki postur tubuh kurus dan tinggi, penyakit ini sangat rentan terjadi. Menghindari faktor resiko adalah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pneumothoraks. Selain itu, rutin melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter juga bisa menjadi upaya yang bisa dilakukan.  Sebelum mengetahui cara mengobati pneumotoraks, mari simak apa saja gejala yang dialami oleh pasien pneumotoraks.
            Beberapa gejala yang dialami oleh pasien pneumotoraks yaitu :
- nafas yang pendek
- pucat
- pingsan
- mudah lelah
- jantung yang berdetak sangat kencang
            Gejala paling umum yang dialami yaitu kesulitan bernafas dan mengalami nyeri di bagian dada ketika menarik dan menghembuskan nafas. Bagaimana dengan penyebabnya ? penyebab pneumotoraks ternyata cukup banyak, yaitu :
·       Trauma Dada
Mengalami trauma dada yang disebabkan oleh benda tumpul atau trauma penetrasi karena benda tajam ke dada bisa menjadi penyebab paru – paru menjadi kolaps. Trauma bisa terjadi karena serangan fisik atau perkelahian karena kecelakaan mobil. Dari segi medis, trauma bisa terjadi karena prosedur insersi jarum ke dalam dada.
·      Penyakit Paru
Rusaknya jaringan paru – paru menyebabkan kolaps. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai penyakit yang dialami seperti penyakit paru obstruksi kronik (PPOK), fibrosis kistik dan pneumonia.
·      Gelembung Udara yang Pecah
Gelembung udara yang berukuran kecil bisa terus berkembang di bagian atas paru – paru. Gelembung – gelembung tersebut terkadang bisa pecah dan menyebabkan udara masuk ke dalam rongga yang ada di sekitar paru – paru.
·      Ventilasi Mekanik
Pneumothoraks yang berat dapat terjadi pada orang yang membutuhkan bantuan medis untuk bisa bernafas. Ventilator dapat membuat ketidakseimbangan tekanan udara di dalam dada dan menyebabkan paru – paru menjadi kolaps.
Pneumotoraks merupakan penyakit yang mengancam jiwa dan gawat darurat. Apabila mengalami gejala yang disebutkan, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri agar bisa mendapatkan pertolongan medis yang tepat. Hal ini dikarenakan setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda saat mengalami pneumotoraks.
Cara mengobati pneumotoraks tentu membutuhkan penanganan secara medis. Tujuan utama dari pengobatan penyakit ini yaitu mengurangi tekanan di paru – paru sehingga paru – paru bisa mengembang. Selain itu, pengobatan juga beremanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit ini di masa yang akan datang, cara pengobatan yang dilakukan berdasarkan tingkat keparahan.
Apabila penyakit yang dialami termasuk ringan dimana hanya sebagian kecil paru – paru yang kolaps tanpa ada gangguan pernafasan yang berat, pemantauan bisa terus dilakukan. Selama masa pemantauan, foto rontgen perlu dilakukan secara berkala sampai bentuk paru – paru kembali pulih. Apabila pasien mengalami kesulitan bernafas atau saat kadar oksigen di dalam tubuh menurun, makan pemberian oksigen melalui masker oksigen akan dilakukan.
Apabila kondisi paru – paru yang kolaps lebih parah dan lebih luas, cara mengobati pneumotoraks dilakukan secara berbeda. Pengobatan akan berfokus pada pengeluaran timbunan udara. Jarum akan dimasukkan untuk membantu memasukkan selang ke rongga dada melalui sela antara tulang iga. Tindakan ini dilakukan agar tekanan berkurang dan bentuk paru – paru bisa kembali pulih seperti semula.
Operasi atau pembedahan juga bisa dilakukan sebagai cara mengobati pneumotoraks. Namun, cara ini disarankan dokter apabila metode pengobatan yang lain belum menunjukkan hasil yang baik. Sehingga, operasi dilakukan dengan tujuan memperbaiki bagian paru – paru yang pecah dan menutupnya kembali. Dokter juga akan melakukan pleurodesis khusus untuk pneumotoraks yang berulang. Dengan melakukan prosedur ini, dokter akan mengiritasi pleura sehingga kedua pleura akan melekat dan rongga pleura bisa menutup kembali. Tindakan ini dilakukan agar udara tidak bisa lagi masuk ke rongga pleura.

Sumber :
www.halodoc.com
www.honestdocs.id

Load disqus comments

0 komentar