Kamis, 05 Desember 2019

Tips Dalam Memilih Stabilizer Camera

Seperti namanya, stabilizer diperuntukkan untuk membuat shot rekaman video jadi lebih konstan alias minim goyangan. Ini akan membuat pergerakan pada video jadi lebih mulus. Nah sebelum membahas tips dalam memilih stabilizer lebih baik cek dulu stabilizer merk zhiyun weebill s yang ada di blibli.



Contohnya, Anda menempatkan camera pada monopod serta menggenggamnya tinggi-tinggi untuk merekam dari angle atas. Sebagus-bagusnya hasilnya tidak akan semulus menggunakan stabilizer sebab kaki serta tangan Anda akan cepat capek yang selanjutnya memengaruhi kesetimbangan camera.

Masalahnya monopod memang digunakan untuk men-support camera supaya masih steady di tanah.

Lain dengan handheld stabilizer yang dibuat memang untuk menolong camera merekam lebih baik.

Nah dalam memperoleh video yang optimal, beda type shot memerlukan stabilizer yang beda juga, bergantung kondisi dan situasi juga.

Serta berharap dicatat jika penghitungan dalam cari stabilizer bukan yang mudah untuk camera tetapi temukan yang pas untuk type shot yang Anda kehendaki ya.

Putuskan Ingin Buat Shot Seperti Apa
Langkah awal ialah targetkan dahulu shot seperti apa yang diharapkan sebab dengan demikian akan diketahui gear type apa yang diperlukan.

Lihat point sangat penting yakni formasi serta angle of view.

Angle of View

Angle of view ialah luas pandangan yang dapat masuk ke lensa camera. Ini mempunyai dampak yang relevan dalam memengaruhi kemulusan shot memakai stabilizer.

Misalnya nih, Anda pernah lihat action cam yang dipasang di papan selancar tetapi hasil rekamannya masih smooth walau sebenarnya tidak gunakan stabilizer atau diedit? Itu dapat berlangsung bukan lantaran kemampuan si peselancar tetapi angle of view yang pas.

Makin lebar (wide angle) shot karena itu shake camera tidak kelihatan. Action cam rata-rata mempunyai field view 120-180 derajat yang telah terbilang sangatlah wide.

Diperlukan camera cinematik dengan sensor Super 35 atau DSLR ditambah lensa 10mm untuk menyamakan filed view 120 derajat itu. Lensa dengan type camera itu umumnya mempunyai dampak distorsi fish eye serta itu tidak baik. Tetapi bila menggunakan lensa 18mm-24mm di camera full frame karena itu angle yang didapatkan masih dapat sampai 50-90 derajat. Itu akan membuat shot dengan beberapa pergerakan lebih mudah dibikin steady.

Serta bila Anda berdiri tegak akan masih kesusahan menggenggam stabilizer dalam tempo lama bila lensanya lebih panjang dari 50mm. Paling direferensikan menggunakan lensa 35mm supaya tidak goyang.

Formasi Shot

Langkah tahu shot yang gerakannya smooth dapat disaksikan dari gampang tidaknya mata ikuti gerakan subyek.

Maka bila Anda merekam penari atau pemain skateboard dengan framing full bodi (dari atas kepala ke kaki) karena itu berikan sedikit ruangan di atas kepala serta bawah kaki supaya tidak terlihat bila camera goyang (kepercayaan me, it works!)

Bila Anda ingin banyak menggerakkan camera karena itu jauhi close up sebab bila sedikit ada saja goyangan langsung bisa kelihatan.

Malah Anda dapat lakukan framing dari tengah torso (badan sisi tengah) cukup ke atas sedikit atau dibawah kepala. Langkah berikut membuat Anda mempunyai sedikit ruang untuk shot yang Anda kehendaki supaya masih konsentrasi disana. Sebab sisi atas kepala subyek tidak keluar masuk frame.

Temukan Gear yang Diperlukan
Saat ini Anda mempunyai deskripsi bagaimana angle of view serta formasi dapat memengaruhi konsistensi video Anda, berikut beberapa pilihan stabilizer yang kemungkinan dapat Anda pakai.

Stabilizer tanpa ada Motor
Ketidaksamaan paling besar di antara stabilizer yang mempunyai motor tidak hanya pada harga, tetapi pada masalah kontrol.

Bila Anda ingin tracking subyek bergerak serta ingin kameranya sedikit berbelok/melihat untuk mengoptimalkan gerakan, karenanya dapat dikerjakan dengan gampang pada stabilizer manual. Anda cukup memutar gagang gimbal untuk lakukan itu.

Pada motorized stabilizer, ditambah lagi yang digenggam dengan dua tangan (DJI Ronin contohnya), kita harus memutar semua tubuh kita dan mengharap gimbalnya sesuaikan dengan smooth.

Nah walau berkesan murah serta praktis, ada pula kekurangan stabilizer tanpa ada motor ini, yakni sedikit susah dipelajari, ditambah lagi sampai pada level dimana kita dapat membuat pergerakan camera dapat halus.

Stabilizer type ini memerlukan makin banyak hubungan dengan pemakainya. Bila Anda telah terlatih menjalankan gear hand held karena itu kemungkinan dapat secara cepat nge-shoot mulus.

Load disqus comments

0 komentar