Senin, 04 November 2019

Waktu Tanda-tanda Ada, Pasien Stroke Harus Ditolong Sebelum 2 Jam

STROKE adalah penyakit pemicu kematian paling tinggi di Indonesia. Menurut Sample Registration Sistem (SRS) 2014 tingkat kematian warga Indonesia karena stroke sampai 21,1 %.



Tentu saja penyakit ini mempunyai paling tidak 6 tanda-tanda yang dirasa oleh penderitanya.Gejala-gejala stroke ialah senyum jadi tidak simetris, gerak badan jadi lemah, bicara pelo, rasa kebas serta kesemutan, pandangan rabun serta sakit kepala. Bila telah semacam ini karena itu satu orang harus selekasnya mendapatkan pertolongan di rumah sakit.
Berdasar Analisa Kesehatan Fundamen (Riskesdas) 2018, unsur efek stroke yang seringkali dirasakan warga Indonesia ialah bertambahnya umur. Tetapi faktor-faktor lain seperti jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan cholesterol tinggi ikut memberi stroke.

Menurut Sekertaris Pokdi Stroke Perdossi, Dr. dr. H. Al-Rasyid Sp.S(K), stroke dibagi jadi dua type. Type iskemik atau sumbatan serta type hemoragik atau pendarahan. Keduanya juga mempunyai bahaya serta efek yang besar buat penderitanya.

“Tipe Iskemik ialah stroke yang karena disebabkan terdapatnya tersumbatnya pembuluh darah di otak. Sesaat type Hemoragik ialah stroke yang karena disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak,” jelas dr. Al-Rasyid, waktu diwawancara Okezone di Kuningan, Jakarta Selatan waktu lalu.
Selanjutnya dr. Al-Rasyid menerangkan banyak hal yang harus dikerjakan oleh satu orang, jika lihat kerabat atau anggota keluarganya yang menanggung derita serangan stroke. Hal yang harus dikerjakan ialah selekasnya membawanya ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan medis.

“Begitu tanda-tanda stroke kelihatan, pasien harus selekasnya dibawa ke Unit Genting Genting (UGD) rumah sakit dalam periode waktu kurang dari dua jam. Pasien harus selekasnya memperoleh perlakuan dari team medis pada periode emas kira-kira satu jam lebih untuk kurangi efek kematian serta kecacatan permanen,” tutupnya.

Tidak hanya memperoleh perlakuan medis, pasien harus juga lakukan CT Scan untuk tahu type stroke yang dirasakannya. Walau dapat sembuh, tetapi satu orang masih punya potensi alami serangan stroke lagi.

Oleh karenanya memperhatikan kesehatan badan melalui kegiatan fisik yang baik, kontrol teratur dan mengonsumsi obat dengan teratur, jadi mencegah supaya stroke tidak kumat .

Menurut Sekertaris Pokdi Stroke Perdossi, Dr. dr. H. Al-Rasyid Sp.S(K), stroke dibagi jadi dua type. Type iskemik atau sumbatan serta type hemoragik atau pendarahan. Keduanya juga mempunyai bahaya serta efek yang besar buat penderitanya.

“Tipe Iskemik ialah stroke yang karena disebabkan terdapatnya tersumbatnya pembuluh darah di otak. Sesaat type Hemoragik ialah stroke yang karena disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak,” jelas dr. Al-Rasyid, waktu diwawancara Okezone di Kuningan, Jakarta Selatan waktu lalu.

Selanjutnya dr. Al-Rasyid menerangkan banyak hal yang harus dikerjakan oleh satu orang, jika lihat kerabat atau anggota keluarganya yang menanggung derita serangan stroke. Hal yang harus dikerjakan ialah selekasnya membawanya ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan medis.

“Begitu tanda-tanda stroke kelihatan, pasien harus selekasnya dibawa ke Unit Genting Genting (UGD) rumah sakit dalam periode waktu kurang dari dua jam. Pasien harus selekasnya memperoleh perlakuan dari team medis pada periode emas kira-kira satu jam lebih untuk kurangi efek kematian serta kecacatan permanen,” tutupnya.

Tidak hanya memperoleh perlakuan medis, pasien harus juga lakukan CT Scan untuk tahu type stroke yang dirasakannya. Walau dapat sembuh, tetapi satu orang masih punya potensi alami serangan stroke lagi.

Oleh karenanya memperhatikan kesehatan badan melalui kegiatan fisik yang baik, kontrol teratur dan mengonsumsi obat dengan teratur, jadi mencegah supaya stroke tidak kumat .
Load disqus comments

0 komentar